Selain ASI, nutrisi, dan nilai cinta, "asupan" penting untuk (jiwa) anak usia 0--3 tahun adalah asupan bahasa.
Mengapa bahasa?
Karena bahasa bukan hanya alat untuk komunikasi, tapi juga alat untuk berpikir. Dengan bahasa anak mengkonseptualisasi, serta menginterpretasi semesta di sekitarnya.
Bahasa adalah kemampuan hidup dasar manusia. Dengan kemampuan bahasa yang baik kemampuan berpikir dan berkomunikasi anak akan berkembang dengan baik. Melalui perantara bahasa pula kelak kita mengenalkan Allah dan menumbuhkan kecintaan anak kepada-Nya.
Bukankah Nabi Adam pun Allah ajarkan nama-nama (ilmu) dari segala sesuatu sebelum kemudian diutus untuk menghamba dan menjadi khalifah-Nya di muka bumi?
Mengapa sejak usia 0--3 tahun?
πΊ Pertama
Karena akal budi anak (melalui fungsi-fungsi dalam otak) sudah dapat membedakan bunyi dari bahasa yang didengarnya bahkan sejak sebelum berusia 1 tahun. Dalam takaran tertentu, saat itu proses akuisisi bahasa sudah dimulai. Berikut contoh prosesnya:
Usia 0--6 bulan
Di rentang usia 0-6 bulan anak bisa membedakan bunyi dari semua jenis bahasa yang ia dengar dari orang di sekitarnya, baik itu bahasa ibu (native language) maupun bahasa non-ibu.
Usia 6--12 bulan
Adapun pada usia 6-12 bulan sensitivitasnya dalam membedakan bunyi fonem mengerucut terhadap bunyi yang berasal dari bahasa ibu (native language) saja. Misalnya, membedakan bunyi fonem g dan k dalam kata cagar dan cakar.
Pengaruhnya
Semakin anak peka dan bisa membedakan suatu bunyi dari bahasa ibunya, semakin baik proses anak dalam mengakuisisi bahsa pada jenjang berikutnya.
πΊ Kedua
Pada tahun-tahun pertama inilah fondasi sistem penginderaan (sensori) dan sistem persepsi anak terbentuk. Saat itu otak anak berkembang dengan sangat cepat.
Diperkirakan sekitar 1 juta koneksi saraf otak terbentuk setiap detiknya. Baik berkaitan dengan fungsi penginderaan (sensori), bahasa, maupun kognisi.
Ketiganya saling berkaitan dan berkembang secara sekuensial dan dipengaruhi oleh interaksi dua arah antara akal budi anak dengan lingkungan, terutama orang tuanya.
πΊ Ketiga
Di atas dan yang terpenting dari itu semua, mengapa asupan bahasa penting sejak usia 0-3 tahun, adalah karena begitulah Baginda Nabi Muhammad ο·Ί dibesarkan.
Sejak beberapa bulan pertama dalam hidupnya, beliau dititipkan kepada keluarga Bani Sa’ad yang tinggal di dusun yang masih memiliki udara bersih dan bahasa arab yang asli. Sehingga beliau tumbuh dengan fisik yang sehat dan memiliki kemampuan berbahasa yang baik.6
Kelak, ketika ditanya apa yang membuat beliau fasih dalam berbicara dan pandai berkomunikasi, beliau mengaitkannya dengan masa kecilnya di Bani Sa’ad tersebut.
Untuk apa mengenalkan buku pada anak 0—3 tahun?
Membacakan buku secara konsisten terbukti memiliki daya tersendiri dalam mengembangkan kemampuan anak dalam berbahasa. Begitu juga sebaliknya, dalam jangka panjang, kemampuan berbahasa membantu perkembangan kecakapan literasi awal anak.9
π»Bagaimana buku mempengaruhi pemerolehan bahasa anak?
Membacakan buku adalah salah satu cara yang bisa membantu anak dalam mengakuisisi bahasa. Interaksi anak dan pendamping baca menjadi kunci utamanya. Saat kita membacakan buku, dalam rentang waktu tertentu perhatian anak terfokus pada apa yang tampil di buku (gambar) dan apa yang dikatakan oleh pendamping baca (bunyi, intonasi, suara).10
Saat itu sistem persepsi anak berkesempatan mendeteksi, membedakan, menghubung-kaitkan, mengkategorisasi setiap apa yang ia lihat dengan apa yang ia dengar (bunyi, intonasi). Bukan hanya itu, saat itu sistem persepsi anak pun membandingkan apa yang baru ia cerap melalui pendengaran dan penglihatan dengan apa yang sebelumnya pernah ia alami/ketahui.11
Dari situlah anak bisa melihat keterkaitan antara kata, “benda” dan makna. Bahwa setiap benda memiliki sebutan/kata, setiap kata tersusun dari bunyi tertentu, dan di balik kata ada makna dan konsep tertentu. Di mana konsep itu sendiri dapat dimaknai sebagai gambaran besar dalam benak (mental image) tentang segala sesuatu, entah itu benda, suara, kejadian, perasaan, dll.
sumber: Gangguan Berbahasa, Kajian Pengantar (Indah, R. N., 2017)
Membacakan buku secara konsisten terbukti memiliki daya tersendiri dalam mengembangkan kemampuan anak dalam berbahasa. Begitu juga sebaliknya, dalam jangka panjang, kemampuan berbahasa membantu perkembangan kecakapan literasi awal anak.9
π»Bagaimana buku mempengaruhi pemerolehan bahasa anak?
Membacakan buku adalah salah satu cara yang bisa membantu anak dalam mengakuisisi bahasa. Interaksi anak dan pendamping baca menjadi kunci utamanya. Saat kita membacakan buku, dalam rentang waktu tertentu perhatian anak terfokus pada apa yang tampil di buku (gambar) dan apa yang dikatakan oleh pendamping baca (bunyi, intonasi, suara).10
Saat itu sistem persepsi anak berkesempatan mendeteksi, membedakan, menghubung-kaitkan, mengkategorisasi setiap apa yang ia lihat dengan apa yang ia dengar (bunyi, intonasi). Bukan hanya itu, saat itu sistem persepsi anak pun membandingkan apa yang baru ia cerap melalui pendengaran dan penglihatan dengan apa yang sebelumnya pernah ia alami/ketahui.11
Dari situlah anak bisa melihat keterkaitan antara kata, “benda” dan makna. Bahwa setiap benda memiliki sebutan/kata, setiap kata tersusun dari bunyi tertentu, dan di balik kata ada makna dan konsep tertentu. Di mana konsep itu sendiri dapat dimaknai sebagai gambaran besar dalam benak (mental image) tentang segala sesuatu, entah itu benda, suara, kejadian, perasaan, dll.
sumber: Gangguan Berbahasa, Kajian Pengantar (Indah, R. N., 2017)
Nah buku ini adalah buku yg memenuhi semua aspek kategori buku *Pra Literasi* semoga dimudahkan temen-temenku, semoga kebeli, ini buku wajib punya π₯Ί
Perpustakaan Pertamaku
Membantu proses pemerolehan bahasa sekaligus untuk membangun kecakapan literasi awal anak.
π Rincian Judul Buku
Awal
Buku 1 – Allah
Buku 2 – Diriku
Buku 3 – Makanan dan Minuman
Buku 4 – Hewan di Sekitarku
Buku 5 – Benda di Sekitarku
Buku 6 – Hewan Liar
Buku 7 – Alat Transportasi
Buku 8 – Warna
Buku 9 – Lawan Kata
Buku 10 – Berhitung 123
Lanjutan
Buku 1 – Jagalah Allah
Buku 2 – Doaku
Buku 3 – Aktivitasku
Buku 4 – Pakaian
Buku 5 – Ekspresi & Emosi
Buku 6 – Buah
Buku 7 – Hewan Laut
Buku 8 – Alam
Buku 9 – Posisi
Buku 10 – Bentuk
Membantu proses pemerolehan bahasa sekaligus untuk membangun kecakapan literasi awal anak.
π Rincian Judul Buku
Awal
Buku 1 – Allah
Buku 2 – Diriku
Buku 3 – Makanan dan Minuman
Buku 4 – Hewan di Sekitarku
Buku 5 – Benda di Sekitarku
Buku 6 – Hewan Liar
Buku 7 – Alat Transportasi
Buku 8 – Warna
Buku 9 – Lawan Kata
Buku 10 – Berhitung 123
Lanjutan
Buku 1 – Jagalah Allah
Buku 2 – Doaku
Buku 3 – Aktivitasku
Buku 4 – Pakaian
Buku 5 – Ekspresi & Emosi
Buku 6 – Buah
Buku 7 – Hewan Laut
Buku 8 – Alam
Buku 9 – Posisi
Buku 10 – Bentuk
π Kategori : Buku Konsep
π Sasaran Pembaca: 0–3 tahun.
π Spesifikasi :
Semua foto dalam buku didapatkan secara legal dan memiliki lisensi resmi.
Fisik Buku
Boardbook dengan ujung melengkung, setiap bukunya memiliki spesifikasi berikut:
Jumlah hal: 12 halaman
Ukuran: 10 x 10 cm
Ketebalan: 1 cm ± 3 mm
Sampul: Greyboard 1200 lapis duplex paper 250 gsm, laminasi glossy
Isi buku: Greyboard 1200 lapis Art Paper 150 gsm, laminasi glossy
Spesifikasi box:
Greyboard 2000 lapis Art Paper 150 gsm glossy
Bobot: ± 1.3 kg/paket


















Komentar
Posting Komentar